::Fikir Zikir::

"Perbaikilah dirimu di samping kamu mengajak orang lain kepada kebaikan." -Hassan Al-Banna-

Jul 18, 2009

Denai Cinta Berduri




~Aku ingin mencintaiMu Ya Rabbi setulusnya, sebenar-benar aku cinta...~




Teman, menangislah di bahuku. Andai itu dapat meluputkan resah di hatimu

Teman, buat kesekian kali, dengarkan kataku. Kuatkan hatimu dengan iman dan taqwa. Usah kau tempuh lagi denai yang penuh berduri itu. Marilah jalan seiring denganku di jalan ini.

Teman, biarpun berulang kali tetap kau ulangi, meninggalkan aku demi cintamu yang terlarang, ingatlah, bila kau bersedih dan mencari Tuhan, aku kan tetap setia menanti kepulanganmu di sini.

Teman, berkali-kali kuungkapi, usah kerahkan si raja hati ke taman cinta larangan. Kelak kau kan merasa bahana cinta buatanmu sendiri.

Usah kau terlalu menjadi 'si pemurah' memberi segenap hati pada insan yang bukan mahrammu, kerana ia bukan jaminan sebuah kebahagiaan menuju jalan ke syurga.

Teman, rasakan cinta pada Tuhanmu. Cinta padaNya lebih hebat dan manis dari dunia dan seisinya.

Ku berdoa kepadaNya agar satu hari nanti kau akan merasai cinta yang lebih hebat ini.

Cinta padaNya tidak pernah melukakan, tidak pernah meragukan dan tidak akan pernah meninggalkanmu. Kembalilah teman...


~Jadilah wanita seindah mawar yang berduri...~

Jul 10, 2009

Untukmu Teman, Bingkisan Rinduku


~Khas buat sahabat-sahabatku...~



"Sudah pastilah kecintaan-Ku itu untuk orang-orang yang saling ziarah-menziarahi kerana Aku. Sudah pasti pula kecintaan-Ku untuk orang-orang yang saling mencintai kerana Aku,sudah pasti pula kecintaan-Ku pada orang-orang yang saling bantu-membantu kerana Aku. Juga sudah pastilah kecintaan-Ku untuk orang yang saling tolong-menolong kerana Aku."
(Riwayat Ahmad dan Hakim)



Tika aku melihat bintang,

Aku merenung langit Ilahi,

Sepinya bintang andai menyeri seorang diri.

Tentu lebih indah dan tampak terang di kaki langit andai ada bintang-bintang lain yang menemani.

Sahabat, tika itulah aku terkenangkan dirimu.

Sepanjang hayatku,

Aku menemui sahabat sejati mahupun teman yang sama-sama tabah berjuang dalam kehidupan ini.

Syukur padaNya kerana aku dikurniakan nikmat ditemukan dengan intan dan permata yang tak mungkin ku dapati di mana-mana toko emas sekalipun walaupun dengan ukuran wang ringgit yang berjuta.

Sahabat, ada kalanya kita ketawa dan menangis bersama. Sekali sekala juga kita menjauh hati andai tersilap kata atau terguris perasaan.

Namun, sahabat, sedarkah dikau, andai kita selalu merasakan yang manis dalam hidup tanpa ada kepahitan, pasti nikmat manis itu tidak sehebat mana bila kita hanya merasa satu saja perisa dalam kehidupan.

Tapi, Allah kurniakan kita ujian dan dugaan dalam persahabatan agar kita menghargai waktu-waktu indah masa bersama. Sungguh, aku sayang padamu teman.

Semoga rasa kasih dan cintaku ini pada sahabatku akan bercambah menjadi pohon kasih nan mekar. Moga ia kekal ke akhirnya, hatta hingga ke negeri abadi. Moga persahabatan dirahmati atas dasar iman dan taqwa kepadaNya.

Teman, hanya Dia yang tahu betapa di kala ini aku sangat merinduimu.

Saat bersama-sama dalam waktu suka mahupun duka.

Salam sayang teristimewa buatmu dari hati yang merindu...



Jul 8, 2009

Langkah Tercipta


~Ya Allah, hanya padaMu kulayarkan pengharapanku. Ampunilah aku.~




Semalam aku kelukaan
Kecewa kehampaan
Mencalar ketabahan
Mimpi yang sering kuharapkan menjadi kenyataan
Namun tak kesampaian

Allah...
Ingin kuhentikan langkah ini
Bagaikan tak mampu ku bertahan
Semangat tenggelam
Lemah daya
Haruskah aku mengalah
Namun jiwaku berbisik inilah dugaan

Dan langkahku kini terbuka
Pada hikmah dugaan uji keimanan
Tak dilontarkanNya ujian diluar kekuatan setiap diri insan

Allah...
Pimpinlah diriku
Untuk bangkit semula meneruskan langkah perjuangan ini
Cekalkan hati dan semangatku
Kurniakan ketabahan...
Agar mimpi jadi nyata
PadaMu ku meminta

Daku mohon agung kudratMu
Wahai Tuhan Yang Satu
Segalanya dariMu




"Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya."
(Al-Baqarah; 2:286)


Jul 6, 2009

A Letter From A Christian To Muslim Women (2)


Sambungan dari post 'A letter from a Christian women to Muslim women (1)' tulisan Joanna Francis; seorang penulis dan jurnalis dari USA.

Sama-sama kita renungkan.

~Syukurilah hidup dengan Iman dan Islam: nikmat yang paling berharga buat diri~


Self Value

I see you as a precious gems, pure gold, or the "pearl of great value"spoken of in the Bible (Matthew 13:45). All women are pearls of great value but some of us have been deceived into doubting the value of our purity. Jesus said, "Give not that which is holy unto the dogs, neither cast your pearls before swine, lest they trample them under their feet, and turn again and rend you" (Matthew 7:6). Our pearls are priceless, but they convince us that they're cheap. But trust me; there is no subtitute for being able to look in the mirror and seeing purity, innocence and self-respect staring back at you.

The fashions coming out of the Western sewer are designed to make you believed that your most valuable asset is your sexuality. But your beautiful dresses and veils are actually sexier than any Western fashion, because they cloak you in mystery and show self-respect and confidence. A woman's sexuality should be guarded from unworthy eyes, since it should be your gift to a man who loves and respects you enough to marry you. And since your man are still manly warriors, they deserve no less than your best. Our men don't even want purity anymore. They don't recognize the pearl of great value, opting for the flashy rhinestone instead. Only to leave her too!

Your most valuable assets are your inner beauty, your innocence, and everything that makes you who you are. But I notice some Muslim women push the limit and try to be as Western as possible, even while wearing a veil (with some of their hair showing.) Why imitate women who are already regret, or will soon regret, their lost virtue? There is no compensation for that loss. You are flawless diamonds. Don't let them trick you into becoming rhinestones. Because everything you see in the fashion magazines and on Western television is a lie. It is Satan's trap. It is fool's gold.




A Woman's Heart

I'll let you in on a little secret, just in case you're curious: pre-marital sex is not even that great. We gave our bodies to a man we were in love with, believing that that was the way to make them love us and want to marry us, just as we had seen on television growing up. But without the security of marriage and the sure knowledge that he will always stay with us, it's not even enjoyable! That's the irony. It was just a waste. It leaves you in tears.

Speaking as one woman to another, I believe that you understand that already. Because only a woman can truly understand what's in another woman's heart. We really are all alike. Our race, religion or nationalities do not matter. A woman's heart is the same everywhere. We love. That's what we do best. We nurture our families and give comfort and strength to the men we love. But we American women have been fooled into believing that we are happiest having careers, our own homes in which to live alone, and freedom to give our love away to whomever we choose. This is not freedom. And that is not love.

Only in the safe haven of marriage can a woman's body and heart be safe to love. Don't settle for anything less. It's not worth it. You won't even like it and you'll like yourself even less afterwards. Then, he'll leave you.


Self-Denial

Sin never pays. It always cheats you. Even though I have reclaimed my honor, there's still no subtitute for for having never been dishonored in the first place. We Western women have been brainwashed into thinking that you Muslim women are oppressed. But truly, we are the ones who are oppressed; slaves to fashion that degrade us, obsessed with our weight, begging for love from men who do not want to grow up. Deep down inside, we know that we have been cheated.

We secretly admire and envy you, although some of us will not admit it. Please do not look down on us or think that we like things the way we are. It's not our fault. Most of us did not have fathers to protect us when we were young because our families have been destroyed. You know who is behind this plot.

Don't be fooled my sisters. Don't let them get you too. Stay innocent and pure. We Christian women need to seewhat life is really supposed to be like for women. We need you to set the example for us, because we are lost. Hold onto purity. Remember: you can't put that toothpaste back in the tube. So, guard your "toothpaste" carefully!

I hope you receive this advice in the spirit in which it is intended: the spirit of friendship, respect, and admiration. From your Christian sister with love.


~Islam itu cantik, Islam itu indah. Sebaik-baik perhiasan dunia adalah wanita yang solehah~

Jun 12, 2009

Pengumuman: Kepada semua pencari hati...


~Sesungguhnya Allah sayang kepada orang-orang yang bertaubat dan menyucikan dirinya~




Berkata Ibrahim Bin Adham:

"Barangsiapa yang menginginkan dirinya untuk bertaubat hendaklah ia keluar dari kezaliman dan meninggalkan orang-orang yang pernah ia pergauli jika tidak ia tidak akan mendapatkan apa yang ia inginkan.

Berhati-hatilah terhadap dosa., sesungguhnya dosa itu adalah kemalangan, akibat-akibat yang ditimbulkannya sangatlah keji, dan hukuman yang ditimbulkannya pun sangatlah menyakitkan.

Hati-hati manusia yang sangat mencintainya akan sangat menderita, keselamatan hati darinya adalah sebuah kemenangan, kesihatan tubuh kerananya tidak akan memberi erti, sedangkan menikmati kehancuran bersama-samanya apalagi setelah menjelang usia uzur, adalah bencana besar."


"Ketaaatan kepada Allah adalah usaha terbaik hamba

maka taatlah kepada Allah dan jangan menderhakaiNya

kehancuran jiwa hanya akan berawal dari kederhakaan

hindarilah apa yang terlarang dan jangan berdekatan

jika pada satu hal kehancuranmu berawal

hendaknya jiwamu yang harus engkau kawal."


Diserukan di sini, "Wahai orang yang hatinya hilang, carilah hatimu di majlis -majlis zikir semoga engkau kembali mendapatkannya. Wahai orang yang sakit hatinya, bawalah ia ke majlis zikir semoga ia mendapatkan ubatnya."

::Dari buku 100 Cara Menjadi Kekasih Allah
Oleh: Umar bin Musa Hafiz::



Dapatkan Mesej Bergambar di Sini

Jun 9, 2009

Selamat Hari Bapa, Ayah...




(1)

Dah lama Adik tak jumpa Ayah. Adik tanya pada Mak, "Kenapa Ayah tak tinggal dengan kita?"

Mak jawab, "Mak dah berpisah dengan Ayah."

"Kenapa?" Tanya Adik lagi. Walaupun baru berumur 4 tahun lebih, Adik suka sangat bertanya.

"Ayah ada isteri lain." Balas Mak.

"Kenapa Mak tak pisahkan Ayah dengan isteri dia?" tanya Adik lagi. Ingin tahu.

"Adik, kalau orang pisahkan Mak dengan Ayah, Adik suka tak?" tanya Mak lembut.

"Tak suka." jawab Adik.

Lepas tu, Adik tak pernah lagi tanya soalan macam tu pada Mak.

Tapi, hari-hari yang lain, bila Adik rindu Ayah, Adik tetap tanya pada Mak tentang Ayah. Kadang-kadang sampai Mak naik penat layan soalan Adik.

(2)

Bila dah besar sikit, Adik pun mula main sama kawan-kawan. Tapi Adik selalu sedih bila kalau bergaduh, kawan-kawan suka kata: "Balik nanti kita bagitahu ayah kita".

Adik simpan dalam hati. Adik tak ada Ayah nak ngadu. Ayah, kenapa tinggalkan Adik?


(3)

Dah bertahun-tahun Adik masuk sekolah rendah, baru Adik dapat jumpa Ayah. Itupun masa di Mahkamah. Mak kata nak tuntut nafkah belanja untuk Adik. Wang RM50 sebulan tak cukup untuk belanja Adik yang semakin membesar ni. Ayah bukan orang sebarangan. Mak kata Ayah kaya, Ayah ada banglo, kereta banyak, takkan itu pun tak dapat bagi cukup duit pada Adik.

Adik diam saja. Waktu tu, Adik tak rasa pun nak benci Ayah. Adik cuma nak tengok wajah Ayah saja. Dah lama tak jumpa Ayah. Asyik tengok Ayah dalam gambar lama je.

Dalam Mahkamah, Adik jumpa Ayah akhirnya. Ayah cium dahi Adik. Adik rasa macam nak nangis.


(4)

Masuk sekolah menengah, Mak dah ada pengganti Ayah. Waktu tu, Adik rasa sunyi sangat. Adik cari jalan nak hubungi Ayah. Adik syukur sangat sebab dapat cakap dengan Ayah, dengar suara Ayah. Ayah kata nak lawat Adik nanti di sekolah.

Setiap hari Adik tunggu. Tapi Ayah tak muncul-muncul juga. Ayah lupa janji Ayah ke? Sampai hati Ayah mungkir janji pada Adik.


(5)

Bila masuk universiti, Adik tetap ingat Ayah lagi. Adik harap Ayah akan sedar kesilapan Ayah dan anak Ayah ni. Tanpa putus asa, Adik hubungi Ayah lagi. Bila ada hari-hari penting macam Hari Bapa atau perayaan, Adik akan hantar ucapan melalui khidmat pesanan ringkas pada Ayah.
Adik gembira sangat bila Ayah balas. Harap Ayah masih sayang Adik lagi.

Satu hari, Adik ajak kawan bawa kereta lalu depan rumah Ayah. Sebab Adik rindu Ayah. Teringin sangat tengok wajah Ayah. Tak sangka bila lalu, Ayah terus pandang kereta yang dipandu tu. Agaknya adakah naluri Ayah mengatakan sesuatu pada Ayah?

Ayah, Adik rindu Ayah.

Tapi, entah kenapa, beberapa bulan lepas tu, Ayah dah tak balas pesanan khidmat ringkas Adik lagi. Ayah tak sihat ke? Atau Ayah dah tak nak hubungi Adik lagi?

Ayah, Adik harap dapat jumpa Ayah lagi. Biarpun kali terakhir.

Adik tak pernah benci Ayah.

Selamat Hari Bapa, Ayah...

Jun 6, 2009

Cerita Ketam Dalam Baldi



~Islam menyeru ke arah keadilan dan menolak kezaliman. Membawa kepada persamaan sesama manusia dan hanya dibezakan dengan nilai iman dan takwa.~

Kamus Dewan Ketiga mendefinisikan 'diskriminasi' sebagai perlakuan membeza-bezakan warna kulit, keturunan dan sebagainya.

Diskriminasi bukan bermula ketika manusia sudah bertamadun. Bahkan, ia telah dimulakan oleh Iblis laknatullah terhadap manusia pertama diciptakan iaitu Nabi Adam a.s. Dan ia terus berlanjutan hingga ke hari ini.

Jika disingkap sirah Nabi Muhammad s.a.w, baginda sendiri berdepan dengan pelbagai karenah manusia yang berdiskriminasi terhadap baginda dan orang-orang mukmin. Namun, Allah selalu memberitakan ayat-ayatNya yang memberi ketenangan dan ganjaran bersabar pada baginda dan golongan yang mengikuti.

Salah seorang sahabat saya bertanya tentang sebab diskriminasi yang kami berpeluang untuk merasakannya sendiri. "Kita peliklah kenapa orang perlu dengki dan iri hati." ujarnya lagi.

Saya sendiri tidak dapat menjawab mengapa perasaan begitu perlu ada. Mohon juga hati ini tidak berpenyakit sebegitu hari ini dan di kemudian hari.

Teringat cerita 3 kelompok ketam di dalam baldi.


Baldi 1
Ketam-ketam yang ada berebut-rebut untuk keluar dari baldi dan berlumba untuk jadi siapa dulu menjadi ketam pertama yang naik ke atas baldi. Namun, pergaduhan tercetus kerana semuanya bergaduh untuk jadi ketam pertama.

Baldi 2
Ketam-ketam yang ada sudah bersetuju untuk melantik ketam mana yang ke atas dahulu. Namun, masih ada ketam-ketam lain yang tak berpuas hati. Sewaktu kumpulan awal ketam yang naik hendak sampai ke puncak, ada pula ketam yang sengaja menarik ketam di atas dari bahagian dasar baldi. Lalu, jatuhlah semua ketam yang sedang naik ke atas.

Baldi 3
Semua sudah berpakat dan bersetuju untuk melantik siapa yang layak dan berkebolehan untuk naik ke atas dahulu. Dan ketam-ketam yang atas berjanji untuk membantu ketam-ketam di bahagian dasar baldi sekiranya mereka sampai dahulu. Tidak seorang pun memungkiri janji. Semuanya berjaya keluar dari baldi.


Lantas, di manakah kita? Emm....

 

Ringkasan Tetamu

Hatiku Milik-Mu Copyright © 2009 Flower Garden is Designed by Ipietoon for Tadpole's Notez Flower Image by Dapino