::Fikir Zikir::

"Perbaikilah dirimu di samping kamu mengajak orang lain kepada kebaikan." -Hassan Al-Banna-

Aug 12, 2009

Tak Seperti Bintang Di Langit



"Tak seperti bintang di langit, tak seperti indah pelangi, Kerna diriku bukanlah mereka, ku apa adanya. Wajahku kan memang begini, sikapku jelas tak sempurna, ku akui ku bukanlah mereka, ku apa adanya. Menjadi diriku atas segala kekurangan, menjadi diriku atas kelebihanku. Terimalah aku seperti apa adanya. Daku hanya insan biasa. Tak mungkin sempurna..."
(Menjadi Diriku- Edcoustic)

Teringat kisah Luqmanul Hakim dan anaknya.

Saya mungkin diibaratkan seperti kotak. Nampak sama dari semua sisi. Mungkin tidak nampak kecenderungan yang jelas pada halatuju dan matlamat dunia bagi sesetengah manusia yang melihat dari luarannya. Semua seginya sama rata. Tiada yang cenderung mana-mana.

Namun, tahukah isi kandungan kotak itu tak mampu diperlihatkan keseluruhannya. Tidak semuanya harus diluah dan diceritakan andai ia hanya mencetus sifat mazmumah si pencerita.

Andai ia adalah matlamat dan cita-cita, biarlah ia menjadi rahsia dalam kotak misteri ini. Tidak semua kejayaan besar dan pencapaian dalam hidup perlu diceritakan andai hanya mengundang rasa kagum pada diri sendiri. Tidak semua matlamat dan cita-cita tinggi melangit dalam hidup yang cukup jelas, lengkap dan terancang perlu diwar-warkan andai hanya berasa ingin dikenali dan dikagumi. Maka, tidak semua yang berada di luaran itu jelas menggambarkan dalamannya melainkan ia adalah lutsinar.

Biarlah bicara hati itu lahir dengan perbuatan. Dan kata-kata yang bermanfaat itu lahir ditutur lisan. Perancangan dalam hidup lahir dalam langkah perbuatan dan bukan sekadar ucapan madah untuk masa depan.

Biarpun begitu, saya hanya insan biasa. Punya kekurangan yang perlu dibaik pulih setiap masa. Namun, masih yakin dan jelas dengan tujuan hidup sebagai hamba-Nya.

Cukuplah hanya Dia menjadi saksi.


Ingatan buat diri,
"Jadilah pohon yang rendang, biarpun dilempar dengan batu, ia tetap berbuah lebat."

"Barangsiapa yang beriman dengan Allah dan hari kemudian, maka hendaknya ia berkata yang baik atau diam".
(Hadith Riwayat Abu Hurairah)

1 comments:

Haqemi on August 15, 2009 at 9:54 AM said...

Sahabatku yang baik,
Sementara waktu terus mengalir, detik demi detik telah terlewati, dan kesempatan pun semakin menipis, izinkanlah hamba Allah yang lemah ini sentiasa mengingati kebaikan-kebaikanmu dan memanjatkan do’a bagi dirimu sehingga kedamaian dan ketentraman batin tiada bisa engkau rasa dalam limpahan kurniaNya.

Semoga Dia yang Maha Mengasihi lagi Maha Lembut selalu membimbing fikiran dan perasaanmu disetiap waktu, disetiap saat kehidupanmu. Fikiran yang terbimbing olehNya, niscaya lebih memilih berbaik sangkaan kepada siapapun, lebih memilih kebaikan apa yang bisa diperbuat untuk orang lain, lebih memilih yang benar, yang penting, yang sederhana, dan sekaligus yang terbaik diamalkan dalam hidup.

 

Ringkasan Tetamu

Hatiku Milik-Mu Copyright © 2009 Flower Garden is Designed by Ipietoon for Tadpole's Notez Flower Image by Dapino